Sabtu, 21 Desember 2024

Sermon 2024 Desember 22

Knowing The Fullness of Christ: A Gift for King 
Ps. Sidney Mohede 

Filipi 1: 29 (BIMK) 
Awal kelahiran Yesus dimulai dengan pergumulan orangtuanya. 

The miracle is in the surrender, bukan saat doa kita dijawab. 

Mengosongkan diri: melepaskan hak. 

"Mengetahui" belum tentu "mengenal". 

+++++++++++++++++++++++++++

Filipi 3: 10 (TB2) 

Sudut pandang para gembala ➡️ Lukas 2: 8 - 14 memandang/ diberitahukan bahwa Yesus adalah JURU SELAMAT. 

Matius 2: 1, 2 Orang Majus diberi pertanda bahwa Yesus adalah RAJA. 
Ini merupakan simbol bahwa Yesus datang untuk SEMUA orang. 
Yeremia 29: 13 (NKJV) 
Pengenalan yang mendalam akan Pribadi Yesus membawa kita untuk mengalami kepenuhan kuasa dalam kehidupan. 

Lukas 2: 16 - 20 kita dapat menghadap Juruselamat dengan apa adanya diri kita. 
Matius 2: 9 - 11 Orang Majus membawa pemberian hadiah karena sadar akan menghadap RAJA. 

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada Yesus adalah kehidupan yang menyembah Dia. 

Jumat, 20 Desember 2024

Gembira yang Egois?

Santapan Harian
Lukas 1:46-56 

Apa yang bisa membuat Anda bergembira? Menjelang Natal, banyak orang gembira karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga atau teman. Perayaan Natal tidak jauh dari tukar kado yang membuat penerima hadiah gembira. Jadi, ketika terjadi sesuatu yang menyenangkan, kita menjadi gembira. Namun, apakah kegembiraan hanya melulu tentang diri sendiri?

Maria gembira karena Tuhan melakukan perbuatan besar kepadanya (46-49). Namun, ternyata tidak berhenti di situ. Maria pun memuji rahmat Tuhan yang diberikan kepada banyak orang lain, yaitu "orang yang takut akan Dia" (50), "orang yang lapar" (53), dan "Israel, hamba-Nya" (54). Maria tidak hanya gembira karena berkat yang diterimanya secara pribadi, tetapi juga berkat yang diterima oleh orang lain.

Seperti itulah seharusnya kegembiraan dalam hidup kita, bukan melulu tentang diri kita seorang, tetapi juga tentang orang-orang yang kita kenal. Tak bisa kita egois dengan bergembira karena hal yang menyenangkan bagi kita saja, tetapi tidak peduli dengan keberadaan orang lain. Jangan-jangan kegembiraan kita malah membawa kesedihan dan bahkan petaka bagi sesama.

Hal ini dapat kita terapkan dalam perayaan Natal yang kita adakan atau ikuti. Kita biasanya merayakan Natal dengan berbagai kegiatan yang menggembirakan. Adakah kepedulian bagi orang-orang yang membutuhkan? Ataukah, perayaan kita menimbulkan iri hati? Apakah dalam menikmati pesta Natal kita juga peduli terhadap kondisi alam di sekitar kita? Ataukah, karena kita bersenang-senang, kita malah memboroskan sumber daya alam seperti listrik serta menambah tumpukan sampah yang mengotori lingkungan?

Marilah kita merayakan Natal dengan kegembiraan yang bebas dari sikap egois. Mari kita merayakan Natal dengan penuh sukacita, kasih, dan kepedulian. Mari kita menikmati sukacita hari raya Natal dengan berbagi kegembiraan kepada sesama dan alam yang Tuhan ciptakan. Dengan demikian, kiranya nyanyian pujian atas rahmat Tuhan menggaung pula dalam rangkaian Natal yang kita rayakan pada tahun ini. [KRS]


Baca Gali Alkitab 12

Keluaran 21:1-11

"Alkitab mengajarkan perbudakan!" Benarkah? Kalimat tersebut diucapkan lantaran adanya aturan tentang perbudakan di dalam Alkitab, tepatnya Kitab Keluaran. Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa terjebak dengan kesalahan berpikir seakan-akan ayat Alkitab bisa dijadikan pembenaran untuk memiliki budak pada masa kini. Untuk itu, mari kita mencermati perikop ini sesuai dengan maksud-Nya bagi umat pada masa itu.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang harus disampaikan di depan orang Israel? (1)
2. Apa yang harus dilakukan ketika seseorang membeli seorang budak Ibrani? (2)
3. Apa yang menentukan budak itu keluar seorang diri atau bersama istrinya? Bagaimana jika dia tidak mau keluar? (3-6)
4. Apa yang dilarang ketika seseorang menjual anak perempuan sebagai budak? (7)
5. Apa yang harus dilakukan tuannya terhadap budak itu? (8-10)
6. Apa konsekuensinya jika tuan itu tidak melakukannya? (11)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa saja yang dibatasi dalam praktik perbudakan pada saat itu?
2. Apa nilai yang ingin diutamakan melalui peraturan ini? Apakah nilai ini ada di dalam masyarakat kita pada masa kini?
3. Bagaimana sikap kita seharusnya kepada pekerja kelas bawah yang ada di dekat kita?

Apa respons Anda?
1. Apa wujud kepedulian yang dapat Anda lakukan kepada pembantu di rumah atau tukang sapu di jalanan?
2. Apa yang dapat Anda lakukan dalam mendukung penindakan kasus ketidakadilan yang diberitakan di media online?

Pokok Doa:
Mohon belas kasihan Tuhan dan kuasa penyertaan-Nya agar makin banyak orang dapat mengalami kasih-Nya.

Kamis, 19 Desember 2024

Sahabat

Santapan Harian
Bestie 
Lukas 1:39-45 

Kata bestie merupakan bahasa gaul dari bahasa Inggris yang bisa diartikan sebagai "teman terbaik". Ini biasanya dipakai untuk menyebut dua orang yang sudah sangat dekat, saling mengerti, dan melakukan semua hal bersama-sama. Maka, sangat wajar apabila mereka terbuka untuk saling bercerita dan saling mendukung.

Maria dan Elisabet, yang masih memiliki hubungan keluarga (Elisabet adalah "sanak" Maria; Luk 1:36), bisa disebut sebagai bestie. Setelah Maria mendengar berita bahwa ia akan mengandung dan Elisabet juga sedang mengandung, Maria segera menuju ke rumah Elisabet (39). Bisa jadi ia hendak membuktikan kebenaran kata-kata malaikat kepadanya. Namun, besar pula kemungkinannya bahwa Maria membutuhkan penguatan dari Elisabet dan juga ingin menguatkan Elisabet. Sebagai perempuan, yang sama-sama dipakai dalam rencana agung Tuhan, mereka perlu waktu untuk saling curhat.

Dapat dibayangkan bagaimana Maria dan Elisabet saling menceritakan pengalaman ajaib mereka. Obrolan mereka memberikan afirmasi positif, baik bagi Maria maupun bagi Elisabet. Mereka juga bisa saling bercerita tentang kehamilan pertama mereka. Keadaan seperti ini tentunya menolong mereka hingga masing-masing dapat melahirkan Yohanes Pembaptis dan Yesus dengan baik.

Dengan belajar dari Maria dan Elisabet, kita diingatkan akan pentingnya memiliki seorang bestie. Siapa pun orangnya, kehadirannya yang bersedia mendengarkan cerita dan keluh-kesah akan menolong kita untuk bertahan dalam pergumulan kita. Di tengah dunia yang penuh tekanan, yang membuat banyak orang terganggu kesehatan mentalnya karena stres yang melanda, kehadiran seorang bestie akan sangat berarti.

Jangan kita anggap enteng makna persahabatan yang sejati, juga jangan sampai kita mengkhianati teman kita atau mencari untung darinya! Kalau seperti itu, kita bukan sedang menjadi bestie, melainkan parasit. Maka, mari kita saling memperhatikan dan mendukung agar kita dapat menjadi seorang bestie yang baik. [KRS]

Rabu, 18 Desember 2024

Consent

Santapan Harian 
Lukas 1:26-38 

Istilah consent berarti izin. Contohnya, ketika seseorang hendak dioperasi, orang itu atau walinya harus menandatangani formulir consent untuk menyatakan izinnya atas diadakannya operasi. Jika tidak, tindakan medis itu dapat dituntut sebagai malpraktik. Contoh lainnya, sebelum menyentuh seseorang, diperlukan consent agar perbuatan itu tidak dianggap sebagai pelecehan.

Maria, sewaktu ia mendengar berita dari malaikat, tidak serta-merta menolak ataupun menerima. Ia mempertanyakan kemungkinan dia hamil, sebab ia belum pernah berhubungan dengan laki-laki (34). Setelah mendapatkan penjelasan lebih lanjut, barulah Maria memosisikan dirinya sebagai hamba yang tidak bisa mengelak dari kehendak Allah, sekaligus memberikan consent atas rencana-Nya untuk terjadi dalam dirinya, "... Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (38).

Mungkin kita berpikir bahwa Allah bisa saja melakukan karya-Nya tanpa consent dari manusia. Ia adalah Allah Yang Mahakuasa dan Pemilik segala sesuatu, termasuk hidup manusia ciptaan-Nya. Namun, nyatanya Tuhan tidak langsung membuat Maria mengandung. Ia terlebih dahulu memberi tahu Maria tentang rencana-Nya. Itu berarti Tuhan memberi kesempatan kepada Maria untuk bersiap, termasuk di dalamnya untuk menyatakan izinnya.

Jika Tuhan saja memberikan kesempatan kepada Maria untuk memberikan consent terhadap rencana-Nya, tentunya kita yang hanyalah seorang manusia harus melakukan hal yang sama. Tentu, kita tidak suka ketika orang melakukan sesuatu kepada kita atau milik kita tanpa izin. Dengan demikian, sudah selayaknya kita tidak melakukan hal semacam itu kepada orang lain.

Tidak hanya bagi orang dewasa, kita juga perlu melihat pentingnya consent bagi anak-anak. Mari kita membiasakan diri meminta izin dalam berinteraksi atau berelasi dengan anak-anak. Selain itu, biasakanlah meminta izin sebelum memotret seseorang sebelum membagikannya di media sosial. Dengan begitu, kita menghormati keberadaan orang lain dan mengikuti teladan Allah yang hadir di dunia melalui Maria. [KRS]

Senin, 16 Desember 2024

Hoax

Santapan Harian
Saring Sebelum Sharing 
Lukas 1:1-4 

Frasa "saring sebelum sharing" digunakan dalam nasihat agar kita tidak asal membagikan informasi yang belum tentu kebenaran atau manfaatnya. Nasihat ini menjadi makin bermakna pada saat ini ketika membagikan informasi semudah menggerakkan jari-jemari di atas gawai.

Lukas tampak memberi perhatian besar pada kebenaran suatu informasi. Ia menulis bukan karena belum ada berita atau tulisan tentang ajaran Yesus, tetapi sebaliknya, karena ada banyak orang yang menyusunnya dan berita itu telah diterima oleh Lukas maupun Teofilus (1-2). Untuk menjamin supaya berita itu bisa dipercaya, Lukas melakukan penyelidikan dengan saksama, kemudian membukukannya dengan teratur (3-4).

Tindakan Lukas mengajarkan kehati-hatian dan kecermatan. Tidak semua kabar yang didengar benar. Tidak semua berita yang diterima lengkap dan memberikan gambaran utuh tentang suatu peristiwa. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kesediaan untuk menyelidiki kebenaran suatu informasi dengan saksama sebelum memercayainya, apalagi menyebarkannya.

Pada masa kini kita mengenal hoaks, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti informasi bohong. Ada tiga macam hoaks: pertama, misinformasi, yaitu informasi tidak benar yang tidak sengaja disebarkan; kedua, disinformasi, yaitu informasi tidak benar yang sengaja dibuat dan disebarkan untuk menyesatkan orang lain; ketiga, malinformasi, yaitu informasi yang memiliki unsur kebenaran, tetapi dikemas sedemikian rupa untuk merugikan pihak tertentu.

Dengan belajar dari Lukas, kita perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan dalam hidup kita. Setiap kali kita menerima informasi, terutama yang baru bagi kita, ada baiknya kalau kita menyelidikinya dahulu dengan saksama. Jangan terburu-buru untuk menanggapinya dengan reaksi yang penuh emosi. Jangan sampai kita terpancing oleh judul yang heboh, hingga tanpa sadar kita menyebarkan hoaks. Saringlah yang masuk ke telinga kita, supaya mulut dan jari kita selalu membagikan kebenaran yang dapat dipercaya. [KRS]

Minggu, 15 Desember 2024

Bolehkah Membalas Dendam?

Santapan Harian
Hukum untuk Kesejahteraan Umat 
Keluaran 21:12-36 

Relasi antar sesama umat Allah tidak terlepas dari konflik karena mereka semua dapat berbuat dosa. Supaya mereka dapat menjalani hidup bersama dengan harmonis, Allah juga memberikan hukum demi kesejahteraan umat.

Prinsip keadilan Allah adalah "mata ganti mata, gigi ganti gigi" (24), yaitu keadilan yang menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan. Karena itu, pelaku pembunuhan yang tidak disengaja akan diberi tempat perlindungan, dan pelaku pembunuhan berencana harus membayar dengan nyawanya (12-14).

Dosa yang berat seperti memukul atau mengutuk orang tua dan menculik seseorang untuk dijual sebagai budak akan dijatuhi hukuman mati (15-17). Dosa lain yang merugikan sesama seperti memukul dan melukai orang lain dikenakan biaya ganti rugi (18-19). Demikian juga bila dosa itu dilakukan terhadap seorang budak dan perempuan hamil (20-27), atau diakibatkan oleh ternak milik seseorang dan kelalaian dari pemiliknya (28-36).

Kita dapat melihat bahwa pada dasarnya Allah memberikan setiap hukum untuk menegakkan keadilan. Jika perbuatan dosa tidak mendapat hukuman yang setimpal, pengulangan dosa tidak akan dapat dikekang. Hukuman diberikan supaya umat tidak sembarangan berbuat dosa dan juga tidak menghakimi sesama secara sepihak.

Mata ganti mata merupakan hukum yang tetap berlaku pada masa Perjanjian Baru, dengan istilah "hukum tabur tuai". Yesus tidak menentang hukum ini, tetapi penyalahgunaannya sebagai hukum yang seakan-akan mengizinkan pembalasan dendam (lih. Mat 5:38-42). Yesus mengajar kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, bukan karena keadilan tidak ditegakkan, tetapi justru karena kita ingin menabur dan menuai kesejahteraan (lih. Mat 7:12).

Terpujilah Allah kita, Yang Maha Adil, yang keadilan-Nya terlihat dalam hukum-Nya yang adil. Kiranya kita juga belajar untuk mendukung keadilan, dengan menahan diri kita dari pembalasan dendam penuh amarah dan memperlakukan sesama dengan tindakan yang terbaik. [INT]

Sabtu, 14 Desember 2024

Sermon 2024 Desember 15

Knowing The Fullness of Christ : More of Christ, Less of Me 
Ps. Jose Carol 

Pergumulan dan penderitaan merupakan bagian dari rencana Tuhan. 

"Hidup ini penuh dengan kesulitan dan peluang.
~ DR. A.R. Bernard ~ 

Filipi 2: 5, 6 
6 (BIMK) "...tidak merasa..... harus dipertahankan-Nya." 
(Should we embrace) entitlement? 

Lukas 2: 1 - 7 
Meski Maria & Yusuf sedang menjalankan rencana Allah, mereka tidak lantas merasa entitled dan mendapatkan privilege dalam melahirkan Yesus. 

Filipi 2: 7 "mengosongkan diri": kenoó (Yunani) ➡️  meniadakan, menyerahkan/ meninggalkan hak. 
Kita hanya dapat mengenal Kristus sepenuhnya jika kita bersedia mengosongkan diri kita. 

Mengambil rupa Hamba : memilih hidup tidak untuk diri sendiri. 

Lukas 2: 8 - 12, 19 
Kehamilan sepupu Maria, kedatangan para gembala & orang Majus merupakan konfirmasi dari Tuhan untuk Maria. 

Christmas is also about finding hope in our own challenges. 

Kamis, 12 Desember 2024

Cara Mengasihi Sesama

Santapan Harian
Keluaran 20:12-17 

Setelah mengasihi Allah, Sepuluh Hukum mengajar kita bagaimana mengasihi sesama manusia dengan benar. Artinya, kita harus mewujudkan kasih tak hanya kepada Allah yang ilahi, tetapi juga kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Hukum kelima mengajar kita untuk menghormati orang tua, termasuk merawat orang tua kita ketika mereka sudah lanjut usia (12; bdk. Mat 15:3-6). Penerapan hukum ini mencakup semua orang dan institusi yang Allah tetapkan sebagai otoritas atas diri kita, termasuk pemerintah (lih. Rm 13:1-5).

Hukum keenam mengajar kita bukan hanya untuk tidak membunuh (13), tetapi juga mengupayakan perdamaian dengan orang lain. Itu sebabnya, Yesus menyatakan bahwa ketika kita marah kepada saudara kita, maka kita sudah melanggar hukum ini (lih. Mat 5:21-23).

Hukum ketujuh mengajar kita untuk tidak berzina (14), yang berarti kita harus mengasihi pasangan kita sebagai satu-satunya pendamping. Yesus mengatakan, jika seorang laki-laki menginginkan perempuan yang bukan istrinya, ia sudah berzina (lih. Mat 5:27-30).

Hukum kedelapan mengajar kita bukan hanya untuk tidak mencuri (15), tetapi menolong sesama. Tidak mengherankan, firman Tuhan memuat banyak perintah tentang memberi bantuan bagi orang yang susah, seperti meninggalkan sisa penuaian (lih. Im 23:22) dan mengobati korban perampokan (lih. Luk 10:25-37).

Hukum kesembilan mengajar kita untuk tidak bersaksi dusta (16). Perkataan apa pun yang merugikan orang lain tidak sepatutnya kita ucapkan, seperti gosip dalam obrolan dan ucapan bohong atau hoaks di media sosial. Kita harus memakai mulut dan jari kita untuk membangun sesama.

Hukum kesepuluh mengajar kita untuk tidak mengingini apa yang bukan milik kita (17). Hal ini berarti kita perlu menjaga hati kita dan merasa puas dengan apa yang menjadi bagian kita.

Melalui hukum kelima sampai kesepuluh, kasih kita bagi Allah akan terbukti nyata dan dialami oleh orang-orang yang kita temui dalam hidup kita, baik saudara seiman maupun mereka yang belum mengenal Kristus. Allah memampukan kita mengasihi dengan tulus. [INT]

Sabtu, 07 Desember 2024

Sermon 2024 Desember 08

Knowing The Fullness of Christ: His Plan, Our Surrender 
Ps. Rama Adhitya 

Lukas 2: 10 (BIMK) 
Bagi sebagian orang, musim Natal malah mengingatkan mereka akan harapan-harapan yang belum terwujud, doa-doa yang belum dikabulkan. 

Filipi 1: 29 

Lukas 1: 26 - 38 status bertunangan di sini untuk menunjukkan bahwa pasangan ini sudah memiliki rencana sendiri untuk masa depan mereka. 
Penyerahan diri Maria: The miracle is in the surrender. 
"Lebih baik saya tidak mengerti jalan-Nya Tuhan daripada saya tidak mempercayai kasih-Nya." 
~ Ps. Alvi Radjagukguk ~ 

Jika Tuhan yang berencana, biarlah Ia yang "repot". 
Cerita Tuhan > asumsi kita

1. Pergumulan dan penderitaan merupakan bagian dari rencana Tuhan. 
"Penderitaan adalah bagian tak terpisahkan dari iman kekristenan."
~ Tim Keller ~ 
Yohanes 16: 33 
I Petrus 5: 10, 11 (TSI) 
Pengenalan seperti ini tidak dapat kita alami dalam zona nyaman saat semua baik-baik saja, melainkan saat kita masuk di dalam "lembah yang kelam". 
Christmas is about finding hope in our own challenges. 

2. Hidup menurut kehendak-Nya. 
Lawan dari rencana Tuhan seringkali adalah diri kita sendiri. Tuhan dan rencana-Nya itu baik. 

Sabtu, 30 November 2024

Sermon 2024 Desember 01

What's On You? 
Ps. Lisa Kai (Inspiring Church, Oahu - Hawaii)

Perkenanan Tuhan atas orang-orang Kristen membuat orang-orang yang melihatnya menjadi bertanya-tanya, "What's on you?" 

Lukas 1: 28 - 30 (NKJV) 

Perkenanan Tuhan adalah anugerah terbaik yang Tuhan berikan kepada kita.
Matius 6: 33 

Perkenanan Tuhan hanya diberikan kepada mereka yang mengenal-Nya; basisnya hubungan

Favor of The Lord refers to the: 
1. Presence of God. Hadirat-Nya dapat kita rasakan termasuk melalui penginderaan kita.
2. Power of God. There are power and authorities in His Name. Efesus 1: 19 - 21 (NLT) 
3. Provision of God. God provides. 
4. Prosperity of God. Elevation, promotion... come into your life. 
5. Protection of God. Mazmur 84: 11 (NLT) Jangan keluar dari perlindungan Tuhan. 

Yang dapat menghalangi perkenanan Tuhan: disloyalty, memberontak, tidak setia, tidak taat. Mazmur 3: 8 ; Yohanes 10: 10 (AMP) 

1. Recognize that God's favor is 
- on you, 
- surrounds you, 
- follows you, (Mazmur 23: 6) 
- shows up everywhere you go 
2. Release the favor of God. Don't just keep the favor of God to yourself. 
Matius 10: 7, 8 (NIV) 
3. Respond to the favor of God. Yesaya 49: 8 (NIV) ; II Korintus 6: 2 (NLT) 

Selasa, 26 November 2024

Mendukung Pelayanan

Santapan Harian
Jangan Berpangku Tangan 
Roma 15:22-33 

Paulus sekali lagi menyatakan keinginannya untuk mengunjungi jemaat di Roma (bdk. Kis 19:21). Akan tetapi, ia belum dapat melakukannya. Melalui tulisannya, kita mengetahui bahwa Paulus sedang membawa persembahan sukarela yang dikumpulkan jemaat di Makedonia dan Akhaya bagi jemaat miskin di Yerusalem (25-28).

Pertanyaan untuk kita renungkan, mengapa ia perlu menjelaskan hal ini? Paulus bukan sekadar beralasan. Akan tetapi, ia menulis agar jemaat mendukung dan melibatkan diri mereka dalam misi Allah.

Ada dua bentuk keterlibatan yang dapat dikerjakan jemaat di Roma. Pertama, menyediakan tempat singgah bagi Paulus untuk perjalanannya ke Spanyol demi pekabaran injil (24). Kedua, mendoakan Paulus dalam pelayanannya agar ia dilindungi Allah, disambut oleh jemaat di Yerusalem, dan pada akhirnya bertemu dengan mereka dalam sukacita (30-32).

Paulus seolah-olah ingin berkata, "Kamu juga harus terlibat dalam misi Allah ini!" Memang demikian seharusnya umat Allah atau gereja yang bertumbuh. Gereja tidak boleh berpangku tangan atau hanya peduli pada diri sendiri, melainkan dengan giat mengabarkan Injil dan melayani orang lain di sekelilingnya.

Keterlibatan kita dapat dilakukan dalam doa, dana, dan daya. Thomas Chalmers, penginjil Skotlandia, menulis: "Doa adalah suatu pekerjaan besar bagi Allah". Kita perlu mendoakan para penginjil, khususnya para utusan lintas budaya agar mereka tetap setia, diterima di masyarakat, dan berhikmat mengabarkan Injil.

Pedulilah terhadap mereka yang sedang berjuang dalam pelayanan yang penuh tekanan! Mereka kerap menghadapi bahaya dan risiko. Kita bisa mendukung kebutuhan dana mereka sehingga mereka dapat memperhatikan kebutuhan fisik jemaat yang mereka layani. Kita bisa membuka rumah kita sebagai tempat persekutuan doa di mana mereka dapat menemukan pemulihan dan semangat yang baru.

Ada banyak cara yang juga dapat dilakukan. Hal terpenting adalah kita melakukannya di dalam damai sejahtera dan penyertaan Allah. [JMH]

Sabtu, 23 November 2024

Sermon 2024 November 24

CUKUP UNTUK SEHARI 
Ps. Jeffrey Rachmat 

Doa bersifat relational
Pernikahan menempati posisi sentral dalam alkitab: diawali pernikahan Adam & Hawa, diakhiri pernikahan Kristus dengan umat-Nya. Mujizat pertama Yesus adalah dalam sebuah pernikahan. 
Iblis menyerang pernikahan agar manusia tidak memiliki konsep yang benar mengenai sosok Bapa. 

Sulit untuk mengatakan "jadilah kehendak-Mu" jika pandangan/ konsep kita tentang sosok Bapa atau ayah itu rusak, tidak yakin bahwa kehendak-Nya itu baik.

Matius 6: 11 
Menempatkan kita sebagai penerima & Tuhan sebagai Pemberi. Yakinkah kita bahwa Tuhan adalah Sumber dalam hidup kita? Filipi 4: 19 "perlu, bukan mau" 

Mengapa Yesus mengajarkan untuk meminta kebutuhan "untuk sehari ini" saja? Bukan sepekan atau sebulan sekaligus? Karena Tuhan ingin punya hubungan dengan kita daily
Keluaran 16: 2 - 4 Tuhan pun menerima pressure untuk memenuhi kebutuhan umat Israel setiap hari. Bukti akan sifat peduli, setia, konsisten daripada Tuhan.
11 - 20 dosa atau ketidakpatuhan bukan hanya "berulat" tetapi juga "berbau busuk" yang akan diketahui orang lain. 

Daily ~ "iman hari ini", bukan "iman masa lalu". "Iman hari ini": iman yang senantiasa diperbarui (update/ up-to-date). 

"Ambil secukupnya": dilatih untuk percaya bahwa besok akan ada lagi yang baru disediakan, tak perlu menimbun. 
Ratapan 3: 22, 23 
Matius 6: 34 

Lukas 11: 3 (TSI) Dapat merasa cukup adalah suatu anugerah tersendiri. Berbagai kesulitan datang akibat manusia tidak mengenal rasa cukup
I Timotius 6: 6 - 10 kata "ibadah" di sini bukan hanya soal ibadah formal melainkan keseharian. 
Tidak merasa cukup dapat menyebabkan kita menjadi "ekor" & uang menjadi "kepala". 
Ibrani 13: 5, 6 

Jumat, 22 November 2024

Saling Menerima

Santapan Harian 
Roma 14:1-12 

Setiap orang memiliki kecepatan berjalan yang berbeda tergantung pada usia, kebugaran, dan lainnya. Dalam berjalan mengikut Tuhan pun ada perbedaan kecepatan. Ada yang bertumbuh dengan cepat, ada yang lamban berkembang; ada yang beriman kuat dan ada yang berhati lemah.

Paulus menekankan betapa pentingnya menerima orang yang masih lemah iman atau pendiriannya, bukan sebaliknya berdebat dan bahkan bertengkar (1). Jemaat di Roma terdiri dari orang Yahudi dan orang Yunani yang memiliki kebiasaan dan latar belakang yang sangat berbeda sehingga sering muncul perbedaan pendapat, misalnya, tentang apa saja yang boleh dimakan (2-3), dan hari apa saja yang dianggap penting (5).

Paulus mengajarkan bahwa bukanlah bagian kita untuk menghakimi sesama tentang hal-hal demikian (4), karena setiap orang akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan Allah sebagai Hakim (10-12). Sebagai kuncinya, kita melakukan semuanya untuk Tuhan dan bukan untuk diri kita sendiri (6). Paulus berharap agar jemaat tidak terikat pada pendapat dan tujuan diri sendiri. Karena itu, baik makan atau tidak makan, semua itu harus dilakukan untuk satu tujuan yaitu Tuhan, bukan kepentingan atau keinginan sepihak (7-9).

Perbedaan pendapat bukan dasar untuk perdebatan yang menggoyahkan iman dan meretakkan persekutuan saudara seiman. Sesama jemaat Kristus perlu belajar mengendalikan diri dan berupaya memahami satu sama lain. Solusinya adalah saling menerima.

Dalam hidup berjemaat, kita pasti akan menemukan berbagai macam pendapat, tentang kebiasaan budaya atau suku asal kita, cara menanggapi atau merespons situasi, dan banyak hal lain lagi yang dapat menjadi bahan perdebatan dan bahkan pertengkaran.

Marilah kita tumbuhkan semangat untuk saling menerima; jangan turuti godaan untuk menghina orang yang terlihat lebih rendah atau lemah! Upayakanlah cara pandang yang menjadikan setiap perbedaan sebagai bagian yang dapat membuat kita saling melengkapi dan bertumbuh bersama di dalam iman. [MKD]


Baca Gali Alkitab 8

Roma 11:11-24

Mengkritik kesalahan orang lain memang mudah dan membuat kita merasa diri lebih baik dari mereka. Namun, patutkah orang yang percaya di dalam Tuhan Yesus Kristus mempunyai sikap seperti itu?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang terjadi karena pelanggaran Israel? Apa arti dari pelanggaran dan kegagalan mereka? (11-12)
2. Apa signifikansi dari identitas Paulus sebagai "rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi"? (13-14)
3. Apa arti dari penolakan dan penerimaan mereka? (15)
4. Siapa yang digambarkan melalui gambaran tentang akar, cabang, dan tunas liar? (16-17)
5. Mengapa Paulus menasihatkan penerima suratnya agar mereka tidak bermegah dan sombong, tetapi takut? (18-21)
6. Apa yang harus mereka perhatikan? (22)
7. Apa yang pada akhirnya akan terjadi pada cabang-cabang asli yang dipatahkan? (23-24)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah Israel bukan lagi umat Allah karena mereka telah gagal dan Injil telah diberikan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi?
2. Apakah orang percaya non-Yahudi dapat dikatakan sebagai umat yang lebih baik daripada orang Yahudi?
3. Bagaimana sikap kita seharusnya terhadap kisah tentang bangsa Israel di dalam Alkitab?
4. Baik orang Yahudi maupun orang non-Yahudi, apa yang harus dilakukan untuk tetap berada di dalam Tuhan?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mengatasi rasa sombong yang kerap kali muncul dalam pikiran ketika Anda membaca Alkitab?
2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mendukung kehendak Tuhan agar orang-orang yang tidak taat kembali kepada-Nya?

Pokok Doa:
Bersyukur atas kemurahan Tuhan dan mohon pertolongan Tuhan agar kita tetap rendah hati di hadapan-Nya.

Minggu, 17 November 2024

Semua Diselamatkan

Santapan Harian
Allah yang Menakjubkan 
Roma 11:25-36 

Sambil membaca dan merenungkan perikop ini, marilah kita mengingat kembali bagaimana Tuhan menuntun hidup kita sampai hari ini.

Menakjubkan! Itulah kata yang dapat mewakili cara penyelamatan Allah bagi kita. Paulus mengingatkan jemaat di Roma agar mereka tidak menganggap diri mereka pandai. Keselamatan yang mereka terima pada mulanya merupakan milik Israel, yang karena penolakan dan kekerasan hati mereka, diberikan Allah kepada bangsa-bangsa lain (25). Pada waktunya, Israel, yang adalah kekasih Allah, akan menyerah atas dosa dan beroleh kemurahan Allah (26-29). Jadi, baik orang non-Yahudi maupun orang Yahudi sama-sama tidak taat, menerima belas kasihan dari Allah, dan diselamatkan oleh-Nya (30-32).

Menakjubkan! Hal ini juga nyata dalam hikmat dan keputusan-Nya, yang tak terselami dan tak tertandingi oleh apa pun dan siapa pun (33-35). Akhirnya, Paulus menyerukan doksologi bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu yang layak menerima hormat dan kemuliaan (36).

Firman Tuhan mengajar kita bahwa cara Allah sangat ajaib dan menakjubkan, sehingga tak ada tempat sedikit pun bagi kita untuk menganggap diri pandai. Jika kita jujur, siapakah di antara kita yang mengerti cara Allah untuk menyelamatkan orang-orang pilihan-Nya? Kita yang tadinya tegar tengkuk, tidak taat, dan jauh dari jalan Tuhan secara menakjubkan diubahkan dan dituntun untuk menemukan keagungan-Nya. Kita semua memiliki pengalaman pribadi yang berharga ketika menempuh jalan Tuhan. Sungguh menakjubkan kasih-Nya!

Kita patut bersyukur karena Tuhan mencintai kita dan setapak demi setapak menyatakan rencana-Nya untuk hidup kita. Apa yang akan terjadi dalam langkah hidup selanjutnya, kita tidak pernah tahu, tetapi Dia sang pemilik hidup memiliki jalan yang tak terselami untuk menuntun kita ke dalam hidup kekal.

Bersyukurlah dan pujilah Tuhan karena Ia selalu punya cara yang menakjubkan untuk menuntun umat-Nya menjalani setiap proses kehidupan dan menyelamatkan mereka. [MKD]


Sabtu, 16 November 2024

Sermon 2024 November 17

AJAR KAMI BERDOA 
Ps. Alvi Radjagukguk 

Berbicara dan mencatat membantu mengurangi kerumitan isi pikiran kita. 

Matius 26: 36 - 46 (TSI) 
3 kali Yesus berdoa dengan penekanan pada kepasrahannya kepada kehendak Bapa. 

Injil Lukas menekankan pada kepribadian Yesus yang amat bergantung kepada Bapa & Roh Kudus melalui doa.
Lukas 11: 1, 2 
Matius 6: 5 - 8 ; Lukas 18: 11 - 14 (TSI) 

Lukas 11: 2 "apabila" --> hotan (Greek) : whenever, kapanpun. 
Matius 6 & Lukas 11 versi TSI menerjemahkannya secara sama: 
1. 
Bapa --> pater : Nourisher (Pemelihara),  Protector (Pelindung), Upholder (Penopang). 
Basis Yesus dalam berdoa bukan rutinitas melainkan hubungan
Doa adalah ekspresi hubungan yang dinyatakan dalam percakapan dengan Tuhan

Implikasi jika malas berdoa: kita sedang melemahkan hubungan kita dengan Sumber kehidupan kita. 

"Bapa kami" : sifat komunal dari doa. 

"...yang di surga": Tuhan punya perspektif yang berbeda dari kita, Ia mengetahui keseluruhan hidup kita dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 5: 2 (TSI) 
Bertele-tele: battalogeó yaitu bicara tanpa tujuan dan berulang-ulang, meaningless words. 
Yesaya 55: 8, 9 (BIMK) 
Waktu kita tahu bahwa Tuhan pegang kendali dan berdaulat, narasi kita berpindah dari keinginan pribadi kepada kehendak Tuhan. 

Dikuduskan: hagiazó (Greek) --> dikuduskan, dikhususkan. 
Biarlah seluruh hidupku mencerminkan reputasi-Mu. 

Datanglah kehendak-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga

Senin, 11 November 2024

Diselamatkan bukan karena faktor keturunan

Santapan Harian
Allahlah yang Berdaulat 
Roma 9:1-29 

Kita kadang mendengar pepatah "kebenaran itu menyakitkan". Meski demikian, kebenaran harus tetap disampaikan agar kita tidak menyesatkan sesama.

Demikian juga Paulus. Meski sedih, ia tetap harus mengungkapkan kebenaran. Ia tidak menyangkal bahwa Israel diangkat menjadi anak (1-5). Namun, itu bukan berarti semua orang yang adalah keturunan Israel secara otomatis menjadi anak-anak Allah (6-7). Sebab, yang disebut anak-anak Allah bukanlah sekadar keturunan secara jasmani, melainkan anak-anak perjanjian (8-9). Kebenarannya adalah tidak semua orang Israel menerima janji keselamatan dari Allah.

Paulus menegaskan bahwa Allah berhak atas hidup manusia yang adalah ciptaan-Nya (19-21). Ia berhak untuk memilih dan menetapkan siapa yang diselamatkan. Itu bukan berdasarkan keturunan suku dan bangsa tertentu, bukan pula karena usaha yang dilakukan manusia, melainkan oleh karena kedaulatan dan belas kasih-Nya sebagai Allah (14-18). Oleh karena itu, semua orang dari segala bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dan ditetapkan oleh Allah untuk menerima janji keselamatan-Nya.

Dia adalah Allah. Ia berhak untuk memilih dan menetapkan semua hal di dunia ini, termasuk umat pilihan-Nya. Inilah kebenarannya! Bukan asal-usul ataupun usaha kita yang menjadi jaminan kita, melainkan anugerah Allah.

Agama, suku, dan perbuatan tidaklah menyelamatkan kita. Pekerjaan, harta, dan status juga tidak bisa diandalkan untuk keselamatan kita. Bersyukurlah kepada Allah karena Ia telah menjadikan kita orang-orang pilihan-Nya. Anugerah ini haruslah kita respons dengan benar, bukan dengan kesombongan, melainkan ucapan syukur kepada-Nya.

Ingatlah selalu! Semua orang memiliki kesempatan untuk menerima keselamatan, termasuk orang-orang di sekeliling kita. Apakah mereka adalah orang pilihan Allah atau bukan, itu bukan urusan kita. Siapa pun mereka, apa pun suku bangsa dan bahasanya, kita dipanggil untuk memberitakan keselamatan Allah kepada mereka. [MAR]

Sabtu, 09 November 2024

Sermon 2024 November 10

Following Jesus 
Ps. Roy Sujanto 

Panggilan pertama dan terutama kita sebagai orang percaya adalah mengikuti Yesus

Matius 16: 24 

Mitos #1: "Kita dapat mengikuti beberapa tuan secara bersamaan." 
Mengikuti Yesus adalah berdiri di pihak-Nya tanpa kompromi. iblis tidak peduli kita mengikuti siapa asalkan bukan Yesus. It takes a conscious decision to take a side. 

Mitos #2: "Mengikuti Yesus itu hanya event sekali saja." 
Mengikuti Yesus adalah sebuah komitmen seumur hidup. 

Mitos #3: "Mengikuti Yesus itu hanya sekedar berjalan di belakang-Nya saja." 
Mengikuti Yesus adalah memiliki hubungan yang akrab dan dekat, semakin mengenal dan semakin serupa dengan Yesus. 


Alasan #1: Kita memperoleh kehidupan sejati. 
Maitus 16: 25 (TB2) 

Alasan #2: Kita tidak akan sanggup membayar kehidupan sejati/ kekal itu. 
Apapun yang kita anggap penting di kehidupan/ dunia ini tidak sebanding harganya dengan Yesus. 

Alasan #3: Kita dijanjikan upah kemuliaan bersama Yesus. Matius 16: 27 (TB2) 

Mengikuti Yesus tidaklah normal, counter-budaya, against the world. It's the world that is going against God ! Mengikuti Yesus adalah berarti kembali kepada original design, default/ factory setting. 

Model yang diberikan Yesus kepada murid-Nya: PEMURIDAN. 
1. Bergabunglah dalam komunitas orang-orang yang percaya kepada Yesus. 
2. Carilah seorang pemurid. 
3. Pelajari Firman-Nya. 
4. Muridkanlah orang lain. 
5. Melayani orang lain. 

Matius 16: 24 "menyangkal, memikul, mengikuti" dalam bahasa Yunani diawali huruf alpha dan diakhiri huruf omega, awal dan akhir. 

Sabtu, 02 November 2024

Sermon 2024 November 03

The Cost of Following Jesus: Memikul Salibnya
Ps. Gea Denanda 

Sebagian umat Kristen beriman dengan ekspektasi mendapatkan sesuatu dari imannya: iman yang kekanakan. 
Iman yang dewasa: beralih dari self-centered menjadi Christ-centered.
Matius 16: 24 

Setelah melakukan banyak mujizat, Yesus mulai diyakini para murid-Nya sebagai Mesias. Namun sikap permusuhan dari orang-orang Farisi & Saduki mulai membuat para murid menjadi ragu. 
Matius 16: 21 - 24 

Petrus membuat jalan cerita/ rencananya sendiri yang tak sesuai rencana Tuhan.
Rencana Tuhan selalu lebih tinggi dari rencana manusia. 

What does the cross mean? 
1. Salib Kristus melambangkan penundukan diri yang sejati (a true submission). Penyaliban adalah hukuman terberat dari kerajaan Romawi bagi orang-orang yang bukan warga negara Romawi. 
Yesus bersedia disalib sebagai bentuk penundukan Diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa. 

2. Demonstrasi sebuah kasih yang sejati
Siapakah orang-orang dalam hidup kita yang membutuhkan kasih Kristus? 

3. Kehidupan yang sejati
Untuk mengalami kebangkitan, perlu mengalami "kematian" terlebih dahulu. 
Matius 16: 25 
Hanya ketika kita rela untuk mati, maka kita akan mengalami kehidupan

Kamis, 31 Oktober 2024

Tuhan Yesus Kristus adalah Solusi

Santapan Harian
Hanya karena Anugerah-Nya 
Roma 3:21-31 

Telah dijelaskan oleh Paulus bahwa orang Yahudi dan non-Yahudi sama dalam dosa mereka (bdk. Rm 3:10-12). Semua manusia berdosa, tanpa terkecuali, dan tidak berpengharapan sebab mereka tidak dapat menyelamatkan diri mereka sekalipun mereka menaati segala hukum yang ada.

Namun, kehadiran Kristus menjadi jalan keluar bagi semua orang. Baik orang Yahudi maupun non-Yahudi, semuanya dapat memperoleh keselamatan dengan beriman kepada Yesus Kristus (22).

Yesus telah ditentukan Allah Bapa untuk menjadi jalan pendamaian. Pertama, hal ini menunjukkan betapa terpuruknya kondisi manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri dari dosa sebab semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah. Kedua, hal ini mengingatkan manusia bahwa sebaik apa pun seseorang, ia tetaplah pribadi yang telah tercemar oleh dosa. Ketiga, kebenaran manusia hanya oleh anugerah Allah, yaitu hanya dengan pengurbanan Kristus Yesus, manusia dapat diselamatkan (23-26).

Oleh sebab itu, setiap orang percaya, baik Yahudi maupun non-Yahudi, tidak pantas menyombongkan diri. Sebab, sesungguhnya tidak ada kemampuan atau pencapaian apa pun dari kita yang membuat kita layak untuk mendapat keselamatan (27-28).

Bersyukurlah jika hari ini kita termasuk orang-orang yang beriman kepada Kristus sehingga dapat menerima anugerah keselamatan dari Allah. Namun, ingatlah bahwa itu semua bukan karena kita lebih baik daripada mereka yang belum mengenal Kristus. Sesungguhnya, kita sama berdosanya dengan mereka. Kalau kita bisa memiliki iman, itu bukan karena kita lahir dari keluarga Kristen, bukan juga karena kita pandai, rajin berbuat baik, atau hidup sukses. Kita bisa beriman kepada Kristus karena anugerah-Nya.

Mari kita syukuri anugerah Allah dengan menyatakan anugerah serta kebaikan Kristus kepada setiap orang yang kita temui, sehingga orang lain dapat melihat Kristus lewat hidup kita. Kiranya kehidupan kita pun menjadi saluran anugerah Tuhan bagi sesama. [STG]

Minggu, 27 Oktober 2024

Jangan Merasa Superior

Santapan Harian
Apakah Engkau Lebih Superior? 
Roma 2:1-16 

Ketika kita berelasi dengan orang lain, tidak jarang perasaan superioritas muncul di dalam sanubari yang terdalam. Namun, sering kali kita gagal menyadari kehadirannya. Kita pun terlalu gampang melihat selumbar di mata sesama daripada balok di depan mata kita sendiri.

Dalam bacaan ini, Paulus menjelaskan bahwa tak ada manusia yang bisa luput dari hukuman Allah. Ketika seseorang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain dan mulai melakukan penghakiman terhadap sesamanya, ia sendiri tidak luput dari kesalahan yang sama (1-3). Justru, hal penting yang harus dilakukan oleh orang berdosa adalah datang kepada Allah dengan merendahkan dirinya dalam pertobatan (4-5). Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatan mereka, baik bagi mereka yang merespons dalam pertobatan maupun bagi mereka yang bertahan dalam dosa mereka (6-11).

Allah tidak memandang muka (11), Ia akan menghakimi baik mereka yang telah mendengar dan menerima Hukum Taurat maupun mereka yang belum. Ada orang yang belum pernah mendengar Hukum Taurat, tetapi melaksanakannya. Hal itu terjadi karena Hukum Taurat tertulis di dalam hatinya (12-15). Akan tiba waktunya bagi Kristus Yesus menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia (16).

Saat ini kita harus sadar bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang beroleh kasih dan kesabaran Allah. Kita memperoleh pengampunan bukan karena kita lebih baik dari orang lain, melainkan hanya karena kasih karunia Allah. Dalam kerendahan hati, kita harus datang dalam pertobatan setiap harinya dan memohon ampun atas sikap superior kita.

Sadarilah bahwa dalam berbuat dosa sering kali ada motif tersembunyi dalam dosa kita. Hati kita begitu gelap; oleh karena itu, tanpa Injil Kristus, kita tidak akan pernah menyadari bahwa kita membutuhkan Juru Selamat untuk menuntun kita.

Sudah seharusnya dalam berinteraksi dengan sesama kita tidak menyimpan rasa superior. Justru, dalam kerendahan hati, kita hadir untuk membawa Injil Kristus yang memerdekakan diri kita dan sesama. [PMS]

Sabtu, 26 Oktober 2024

Sermon 2024 Oktober 27

The Cost of Following Jesus: PARADOKS 
Ps. Kaleb Lucman 

Everybody likes free stuff and avoid COST.
"Membayar harga" adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Sesuatu yang gratis bukanlah gratis melainkan sudah dibayarkan oleh pihak lain untuk kita. 

Matius 16: 24 
Menyangkal diri: menyadari bahwa pusat kehidupan kita bukanlah kita sendiri, tetapi Tuhan. 
Kolose 3: 23 
Mengutamakan diri sendiri adalah alami/ natural, namun menyangkal diri adalah sesuatu yang perlu dipelajari. 

Spiritual baby : What more can God give me? 
Spiritual maturity : If God doesn't give me even one more thing, I still owe Him everything. 

Self-love : hati-hati jangan sampai berubah jadi selfish. 
Filipi 2: 3 - 5 (AMD) 
Self-love tak dapat menggantikan God's love. 
I Korintus 13: 4, 5 (NIV) 

Cara melawan selfish: LAYANI ORANG LAIN (serve others). 
The antidote to self-seeking is SERVING. 

Jika kita menyadari pusat kehidupan kita adalah Tuhan, saat terjadi hal baik maupun buruk, kita akan mencari tahu apa maksud Tuhan di dalamnya. 
There is God's purpose to your victory and pain

Jika kita menempatkan diri sendiri sebagai pusat, kita dapat terjatuh dalam victim mentality/ self-pity. 

Ilustrasi: Didi/ Karyadi pemain bass JPCC Worship mengalami stroke, sempat self-pity namun kembali pelayanan di Connection Lounge. (diliput di acara TV - Choky Sitohang & Edwin Lau)

Sangkal diri: bersedia melepaskan kehendak pribadi dan mengikuti kehendak Tuhan. 
II Timotius 3: 1 - 4 


Hidup benar bukanlah kita melibatkan Tuhan untuk memenuhi rencana kita, melainkan Tuhan melibatkan kita untuk memenuhi rencana-Nya

Matius 16: 25 (AYT) 

When God ruins your plan, it is to lead you to your purpose.