Not My Will — But Yours: Let Go and Let God
Ps. Jeffrey Rachmat
Efesus 4: 32 Kasih selalu mendahului pengampunan. Kita tak dapat mengampuni tanpa adanya kasih.
Saling mengasihi, saling mengampuni menjadi tanda dan bukti orang yang percaya kepada Yesus.
Matius 5: 38, 39 & 43 - 45
Lukas 23: 34a
Pengampunan adalah ungkapan cinta yang tertinggi.
Memaafkan bukan berarti menyepelekan kekeliruan yang dilakukan.
Memaafkan membebaskan kita dari sebuah belenggu.
Memaafkan tidak berarti lukanya langsung hilang, namun akan mempercepat pemulihan luka tersebut.
Melepaskan pengampunan tak berarti kita dapat melupakan kejadian tersebut — nelainkan untuk tidak membiarkan kejadian tersebut mengendalikan kita.
Lukas 17: 3 - 6
"Jagalah dirimu sendiri"
Pohon ara buahnya pahit, akarnya dalam & justru tumbuh subur di lingkungan yang kering, gersang, keras. Sebuah analogi akan kepahitan akibat sikap tak mau memaafkan.
Jika dibiarkan terlalu lama, sikap tak mau mengampuni ini akan menjadi dendam.
Ironinya: korban yang disakiti ini malah kemudian dapat menjadi penjahat berikutnya.
Kayu pohon ara biasanya digunakan untuk membuat peti mati. Maknanya:
Sikap tidak mau mengampuni bersifat MEMATIKAN.
Pengampunan memerdekakan pihak yang memberi maaf.
Pengampunan artinya melepaskan hak kita untuk membalas.
Lukas 23: 39 - 43
Roma 12: 19 Rasul Paulus menuliskan ini saat berada dalam kekuasaan Romawi. Tuhan dapat melakukan pembalasan melalui:
1. Otoritas di dunia ini: sistem peradilan. Roma 13: 4
2. Melalui hati yang berubah.
3. Melalui hukum tabur tuai. Galatia 6: 7
Tuhan melakukan pembalasan kebenaran, hikmat & keadilan-Nya. Bagian kita adalah memaafkan dan mempercayai-Nya.
Pengampunan bukan perasaan melainkan keputusan Kolose 3: 13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar