Adjust and Adapt
Ps. Ary M. Wibowo
Membangun kebiasaan bukanlah untuk menjamin keberhasilan, karena keberhasilan telah dijamin di dalam Tuhan. Kebiasaan yang kita lakukan adalah untuk memastikannya tetap selaras dengan kehendak Tuhan.
Kejadian 1: 28 "...be fruitful and multiply..."
Proses yang belum selesai; berkesinambungan.
Apa tujuan kita membangun kebiasaan?
Bukan untuk mengendalikan masa depan kita.
Apakah kita menjalani rutinitas kebiasaan kita sebagai suatu bentuk perbudakan atau karena sadar bahwa kita sudah diberkati?
Orang yang diperbudak dosa, tak bisa berbuah sesuai kehendak Tuhan.
Pengkhotbah 3: 11 "indah" ➡️ selaras, sesuai. "Indah pada waktunya" : sesuai kehendak/ waktunya Tuhan, bukan dari sudut pandang kita. Kitalah yang harus menyesuaikan diri.
Musim memungkinkan kita memiliki kenangan, membuat memorial akan karya Tuhan dalam kehidupan.
Adjust: perubahan-perubahan kecil dalam menghadapi perubahan "musim".
Adapt: perubahan besar karena sadar bahwa kita sudah memasuki musim yang baru.
Bangsa Israel mengalami
- perubahan status: dari budak menjadi bangsa merdeka.
- perubahan kepemimpinan: dari kepemimpinan Musa selama 40 tahun.
Selama 40 tahun, bangsa ini terbiasa dipasok dengan manna. Namun di Kanaan, mereka membangun kebiasaan baru yaitu bercocok tanam.
YONO: You Only Need One.
Yosua 5: 10 - 12
(Keluaran 12: 11 - 14)
Paskah: peringatan penyelamatan oleh Tuhan.
Roti tak beragi: peringatan pembebasan oleh Tuhan. Keduanya sama-sama punya faktor "oleh Tuhan"
1. Membuat peringatan atas karya Tuhan.
2. Membangun kemandirian sebagai orang yang dimerdekakan Tuhan, bukan dengan mental budak.
1. Identifikasi: kebiasaan-kebiasaan apa yang perlu kita pertahankan atau hentikan?
2. Buat goal, strategi & rencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar